Sabtu, 30 Maret 2013

jaringan komputer


Anggi ginanjar
A2.1100077
TI.B

Dalam pembahasan ini disini saya akan memaparkan hasil analisa dari video pembangunan jaringan komputer di lingkungan perusahaan kecil dan rumah. Video ini adalah video dari team SMC network dan info komputer. Berikut hasil analisa nya.

Video tersebut menjelaskan proses pembangunan jaringan yang menggunakan kabel dan juga tanpa kabel atau biasa disebut dengan jaringan Nirkabel/wireless. Adapun alat-alat yang dibutuhkan dalam pembangunan jaringan tersebut Yaitu:
                                         
·         Jaringan Kabel
Dalam membangun jaringan kabel diperlukan alat-alat sebagai berikut:
1.       Dua atau lebih komputer dimana ada yang dijadikan sebagai server dan juga client atau workserver
2.       Switch, dalam video menggunakan SMC 8 port
3.       Kartu jaringan type PCI untuk komputer desktop
4.       Kartu jaringan type PCMCIA untuk laptop
5.       Kabel jaringan UTP
6.       Konektor RJ 45


·         Jaringan Nirkabel
Dalam membangun jaringan nirkabel alat-alat yang diperlukan hampir sama dengan jaringan kabel namun bedanya untuk mengkoneksikan komputer 1 dengan komputer lain tidak menggunakan kabel. Adapun alat-alatnya yaitu:

1.       Dua atau lebih komputer dimana ada yang dijadikan sebagai server dan juga client atau workserver
2.       Acces point wireless dalam video menggunakan SMC
3.       Kartu wireless type PCI untuk komputer desktop
4.       Karu wireless type PCMCIA untuk laptop
5.       Switch, sama disini menggunakan SMC 8 port
6.       Broudband router agar bisa megakses intenet
7.       Bridge server
Setelah peralatan disiapkan maka kita maju ke langkah-langkah pembuatan jaringan.
Adapun langkah-langkah nya yaitu





Langkah-langkah membangun jaringan komputer dengan kabel yaitu:

  1. Siapkan komputer yang akan digunakan.
  2.  Pasang kabel dengan konektor.
    Dalam pemasangan kabel dengan konektor ada beberapa tahap yang harus di lakukan, yaitu:
a)      Potong ujung kabel secara rata
b)      Kupas pembungkus kabel dengan krimping tool.
c)  Ratakan dan urutkan kabel sesuai dengan susunan Stright (karena akan di sambungkan dengan switch). Adapun susunan kabelnya:
d)      Masukan ke dalam konektor dan krimping
e)      Pengetesan kabel dengan multitester.
  1.  Pemasangan Kartu jaringan (LAN CARD)
    Dalam PC/Notebook terdapat Network Interface (On Board) yang sudah disiapkan oleh perusahaan pembuat Motherboard, dalam hal ini Network Interface tersebut tidak dipergunakan, tapi dipergunakan LAN Card yang berdiri sendiri.
    Disini Lan card dengan slot PCI pasang ke PC dan slot PCICIA pasang ke laptop. Setelah dipasang instalkan driver Lan Card tersebut.
  2.  Hubungkan komponen Switch dengan komputer server dan client menggunakan kabel.
  3.  Pengkonfigurasian Software.
    Agar lebih mudah, kita cukup pasang 1 protokol saja dalam komputer pada jaringan. Protokol ini berfungsi sebagai penghubung antara komputer yang satu dengan yang lainnya dalam jaringan. Selain itu protokol ini juga berfungsi untuk menghubungkan komputer ke internet.
    Dalam hal keperluan tersebut kita dapat menggunakan protokol TCP/IP.







Pengkonfigurasian Komputer client

Pengkonfigurasian ini OS yang digunakan yaitu WIN XP adapun caranya yaitu: 
  • Klik kanan icon My network places lalu pilih properties dan windows network connection 
  • Lalu lakukan penyetingan pada Ethernet Card.
Caranya : klik kanan pada icon Ehernet Card lalu pilih Properties.
Di dalam Local Area Connection 2 terdapat beberapa item seperti :
a.    Client for Microsoft Netwok
b.    File & Printer Sharing for Microsoft Network
c.    QoS Packet Shedule
d.    Internet Protocol (TCP/IP)
Bila belum ada fasilitas TCP/IP kita dapat menginstallnya dengan cara klik tombol install pilih Protocol lalu Add dan klik Ok.
Selanjutnya mensetting properti pada TCP/IP dengan cara properti didalamnya terdapat Internet protocol (TCP/IP) kemudian Use the folowing IP address.
Untuk membuat alamat IP address sendiri, klik bagian awalnya (IP address) lalu masukan 192.168.0.2. Angka dua terakhir adalah alamat komputer tersebut, untuk komputer lainnya yang terhubung ke jaringan kita bisa mengganti angka 2 dengan angka 3, 4 dan seterusnya.

"Catatan tidak boleh ada komputer yang mempunyai alamat sama, karena IP Addrees bersifat unique"
 
  • Pada bagian subnet mask masukan 255.255.255.0 selanjutnya memasukan nilai yang sama pada subnet mask komputer lainnya.

  • Cek identitas komputer kita dengan cara mengklik kanan My Computer lalu properti, cek Computer name dan Workgroup nya.  Disini bisa merubah nama workgrup dengan cara klik change.
  • Buka Network Connection untuk melihat apa jaringan kita sudah terinstall.
  •  Lihat pada Work group MS Home, terdapat beberapa nama komputer yang kita beri nama tadi yang berarti sudah tersambung pada Jaringan ini. Jika kita klik pada komputer 1 terdapat beberapa folder yang telah tersharing yang terdapat pada komputer tersebut. Dengan demikian komputer ini sudah terhubung dan komputer ini juga sudah bisa melakukan komunikasi baik berupa pengiriman file atau copy file bahkan dapat merubah file-file yang telah diijinkan untuk user rubah.

Cara menshare folder yang akan di share 


  1. Klik kanan pada folder yang akan di share
  2. Pilih sharing and security, pada bagian Network Sharing kita centang/ceklis pada share this folder in the network dengan Share name  yang namanya ini bisa kita rubah.

  3.  Aktifkan pada Allow Network User to change my file bila kita mengijinkan semua user untuk mengubah isi file tersebut. Dan untuk menon aktifkannya uncek pada share this folder kita.


Jaringan nirkabel
Sesuai dengan namanya, dalam jaringan nirkabel disini kita tidak akan di pusingkan dengan pemasangan kabel sehingga dalam penempatan komputer-komputerpun lebih bebas dan mudah. Sebelum memulai membangun jaringan kita harus mengenal 2 tipe koneksi jaringan wireless, adapun yaitu:
  1. Ad-hoc
  2. Infrastruktur
Di video tersebut menjelaskan pemangunan jaringan nirkabel dengan tipe infrastruktur . Adapun   langkah-langkah membangun jaringan nirkabel yaitu:

  • Siapkan komputer yang akan digunakan.
  • Pemasangan Kartu jaringan (LAN CARD dan WIRELESS CARD)
Seperti dalam pemasangan LAN Card pemasangan Wireless card pun sama yaitu dengan Wireless card dengan slot PCI pasang ke PC dan slot PCICIA pasang ke laptop.   Dalam tipe infrastruktur komputer yang menggunakan kartu jaringan wirelees card yaitu PC/laptop yang bertindak sebagai client sadangkan server menggunakan Lan card yang kemudian dihubungkan ke switch.
Setelah pemasangan  instalkan driver tersebut.
  • Pemasangan alat Acces point ke switch
    Acces point ini berfungsi untuk menghubungkan komputer-komputer nirkabel dengan jaringan kita.
  • Pengkonfigurasian software.

 

Pengkonfigurasan software.

  1. Install seluruh hardware yang terpasang pada komputer.
  2. Instalkan program Easy connect wireless, yang isinya adalah sebuah file konfigurasi untuk wireless pci adapter.
  3. Jalankan program easy conect wireless.
  4. Lihat dalam link info terdapat informasi dari wireless adapter. Diantaranya yaitu:
-          SS ID
-          Chanel yang dipakai
-          Transmisi yang dipakai
-          Link quality
-          Signal Wireless
  1. Pilih bagian configuration, kemudian sesuaikan:
-          Mode pilih Insfratructur
-          SS ID secara defaultnya ANNY
-          Transfer rate defaultnya yaitu Fully Automatic
  1. -          PS Mode pilih Disable

    Dalam configurtion ada Channel ini akan Aktif jika mode yang di pilih adalah Ad Hoc

    Pilih Encription jika anda ingin transmisi pengiriman file lebih aman.

Setelah pengkonfigurasian Lalu cek pada Workgroup MS Home yang sudah dibuat sebelumnya, dan ternyata sudah tersambung. Dan pada acces point akan terlihat lampu indikatornya kedap kedip menandakan bahwa sedang melakukan suatu proses komunikasi antara beberapa komputer







 



Rabu, 27 Maret 2013

sistem arsip

Anggi ginanjar   (A2.1100077)
Asep mulyana    (A2.1100053)
Galih hidayat     (A2.1100066)
Muhamad imam m

 TI 4B












A. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System)
Sistem Abjad adalah sistem penyimpanan arsip dengan memakai metode penyusunan menurut abjad. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang, nama perusahaan / organisasi, nama tempat, nama benda dan subjek masalah.
Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar).
Cara menemukan dan menentukan ciri / tanda dari suatu dokumen yang akan dijadikan petunjuk atau tanda pengenal (caption) untuk memudahkan mengetahui tempat dokumen disimpan.
Adapun kata tangkap dapat berupa :
- Nama orang
- Nama perusahaan / organisasi
- Nama tempat / daerah
- Nama benda / barang
- Istilah subyek atau angka (tergantung sistem pengarsipan yang dipakai)
Menentukan ciri / tanda dengan cara menentukan urutan unit-unit atau bagian dari kata tangkap yang akan disusun menurut abjad.
Indeks adalah sarana untuk menemukan kembali dengan cara mengidentifikasi surat tersebut melalui penunjukan suatu tanda pengenal yang dapat membedakan surat satu dengan surat yang lainnya, atau bagian dari suatu nama yang dijadikan tanda pengenal surat.
Unit adalah bagian kata dari kata tangkap yang memiliki pengertian sendiri, atau bagian terkecil dari suatu nama. Sedangkan nama, merupakan judul / caption. Jadi setiap judul memiliki bagian yang disebut unit.
Kode adalah suatu tanda atau simbol yang diberikan atau yang dibubuhkan pada lembaran arsip yang dapat dipakai untuk tanda penyimpanan arsip.
Koding adalah suatu kegiatan memberikan tanda atau simbol pada arsip. Adapun fungsi dari kode atau simbol adalah menunjukkan isi yang terkandung didalam arsip yang bersangkutan.
Petunjuk silang adalah alat petunjuk dari indeks yang tidak dipakai kepada indeks yang dipakai, atau petunjuk hubungan antara indeks yang dipakai dengan indeks lain yang dipakai.
Ada dua macam petunjuk silang.
a. Petunjuk silang langsung
Adalah petunjuk silang yang menunjukkan tentang seseorang yang memiliki lebih dari satu nama atau satu dokumen yang berisi lebih dari satu masalah.
b. Petunjuk silang tak langsung
Adalah petunjuk silang yang dipakai untuk menunjukkan hubungan antara satu masalah dengan masalah lainnya yang saling menjelaskan atau saling membantu.
Prosedur yang harus dilaksanakan untuk mengarsipkan surat adalah :
- Membaca surat atau dokumen dengan teliti dan seksama
- Periksa apakah surat sudah disertai dengan tanda siap untuk disimpan.
- Menetapkan caption atau judul surat
- Mengindeks tanda pengenal sesuai peraturan
- Membuat petunjuk silang
- Memberi kode surat
- Menyortir, yaitu memilah-milah atau mengelompokkan arsip menjadi satu kelompok menurut kode yang ada pada arsip.
- Menyusun menurut susunan abjad.
- Menyimpan arsip, yaitu mendapatkan arsip pada suatu tempat atau alat penyimpanan.
Perlengkapan yang diperlukan untuk mengarsip sistem abjad adalah
- Filling cabinet; adalah lemari arsip untuk menempatkan folder dan guide. Yaitu untuk menyimpan dokumen, surat-surat kantor. Umumnya mempunyai beberapa laci.
- Folder; adalah tempat untuk menyimpan dokumen atau menempatkan arsip, berbentuk segi empat, berlipat dua seperti map tetapi tanpa daun penutup.
- Guide (petunjuk); merupakan petunjuk dan pemisah antar folder-folder. Bentuk dari guide adalah segi empat dan berukuran sama dengan folder. Terbuat dari karton tebal.
B. Sistem Perihal (Pokok Isi Surat)
Sistem perihal adalah cara penyimpanan dan penemuan kembali surat berpedoman pada perihal surat atau pokok isi surat.
Yang perlu dipersiapkan untuk sistem perihal adalah.
1. Daftar Indeks; adalah daftar yang memuat seluruh kegiatan / masalah / hal-hal yang dilakukan diseluruh kantor dimana sistem ini diterapkan.
Masalah-masalah tersebut kemudian diuraikan lagi. Masalah-masalah pokok tersebut dalam pembagian utama, sedangkan uraian masalahnya disebut dalam pembagian pembantu, apabila uraian masalah masih dibagi lagi menjadi masalahyang lebih kecil, disebut sub pembagian pembantu.
2. Perlengkapan menyimpan surat
- Filling Cabinet
- Guide
- Folder
- Kartu kendali
3. Pemberian kode surat
4. Penyimpanan surat, dengan cara
- Membaca surat untuk mengetahui isi surat
- Memberi kode surat
- Mencatat surat dalam kartu kendali
5. Menyimpan kartu kendali.
C. Sistem Nomor
Di dalam sistem nomor ada 4 macam
1. Sistem nomor menurut Dewey (Sistem Desimal / Klasifikasi)
Sistem ini menetapkan kode surat berdasarkan nomor yang ditetapkan untuk surat yang bersangkutan.
Yang diperlukan dalam sistem ini adalah
a. Perlengkapan yang diperlukan adalah
- Filling cabinet
- Guide
- Folder
b. Daftar klasifikasi nomor
c. Kartu kendali
Dalam klasifikasi, nomor adalah daftar yang memuat semua kegiatan / masalah yang terdapat dalam kantor. Setiap masalah diberi nomor tertentu.
Dalam daftar ini terdapat tiga pembagian yaitu
- Pembagian utama, memuat kegiatan / masalah pokok dari kantor
- Pembagian pembantu, memuat uraian masalah yang terdapat pada pembagian utama
- Pembagian kecil memuat uraian masalah yang terdapat pada pembagian pembantu.
Guna daftar klasifikasi adalah
- Sebagai pedoman pemberian kode surat
- Sebagai pedoman untuk mempersiapkan dan menyusun tempat penyimpanan surat
Uraian guide, folder, dan surat dalam filling cabinet
- Dalam setiap laci filling cabinet diperlukan 10 guide
- Dibelakang setiap guide ditempatkan 10 folder
- Surat yang terbaru dalam setiap folder ditempatkan paling depan
Cara penyimpanan surat
- Surat dibaca lebih dahulu untuk mengetahui permasalahannya
- Memberi kode surat
- Mencatat surat kedalam kartu kendali
- Mencatat surat pada kartu indeks
- Menyimpan surat
- Penyusunan surat dalam folder setiap surat yang baru selalu ditempatkan di urutan paling depan
- Menyimpan kartu kendali
2. Sistem nomor menurut Terminal Digit
Didalam sistem ini kode penyimpanan dan kode penemuan kembali surat memakai sistem penyimpanan menurut teminal digit, yaitu sistem penyimpanan berdasarkan pada nomor urut dalam buku arsip.
Dalam sistem ini yang perlu dipersiapkan adalah
- Perlengkapan untuk tempat penyimpanan surat yang terdiri atas; filling cabinet 10 laci, guide (setiap laci 10 guide), dan folder (setiap guide 10 folder)
- Kartu kendali; yang digunakan dalam sistem ini sama dengan kartu kendali yang digunakan dalam sistem lain. Yang berbeda disini adalah mengindeks nomor kode untuk keperluan penyimpanan dan penemuan kembalisurat.
- Cara mengindeks nomor kode sebagai berikut
a. Dua angka dari belakang sebagai unit 1, yaitu menunjukkan nomor laci dan nomor guide
b. Satu angka setelah unit 1 sebagai unit 2 yaitu menunjukkan nomor folder
c. Sisa seluruh angka sesudah unit 2 sebagai unit 3 yaitu menunjukkan surat yang kesekian dalam folder
- Cara penyimpanan surat; surat dengan nomor kode 55317, berarti surat tersebut disimpan dalam laci 10-19, dibelakang guide 17, didalam folder nomor 3, surat yang ke 55.
3. Sistem Nomor Middle Digit
Sistem ini merupakan kombinasi dari Sistem Nomor Decimal Dewey dan Sistem Nomor Terminal Digit. Yang dijadikan kode laci dan guide adalah dua angka yang berada di tengah, sedangkan dua angka yang berada di depannya menunjukkan kode map, kemudian dua angka yang berada dibelakangnya menunjukkan urutansurat yang kesekian didalam map.
Dalam sistem ini kode angka harus berjumlah enam, sehingga terdapat dua angka ditengah, dua angka di depan dan dua angka dibelakang. Seandainya angka kode kurang dari enam maka harus ditambahkan angka nol di depannya sampai berjumlah enam angkla. Cara penyimpanannya sama dengan Sistem Nomor Terminal Digit.
4. Sistem nomor Soundex (phonetic system)
Sistem Soundex adalah sistem penyimpanan warkat berdasarkan pengelompokan nama dan tulisannya atau bunyi pengucapannya hampir bersamaan. Dalam sistem ini nama-nama diganti dengan kode (notasi) yang terdiri dari 1 huruf dan 3 angka.
Susunan penyimpanannya adalah menurut abjad yang diikuti urutan nomor.
D. Sistem Geografis / Wilayah
Sistem geografis atau wilayah adalah suatu sistem penyimpanan arsip berdasarkan pembagian wilayah atau daerah yang menjadi alamat suatu surat.
Surat disimpan dan diketemukan kembali menurut kelompok atau tempat penyimpanan berdasarkan geografi / wilayah / kota dari surat berasal dan tujuan surat dikirim.
Dalam hubungan ini surat masuk dan surat keluar disimpan dan ditempatkan dalam folder yang sama, tidak dipisah-pisahkan. Dalam penyimpanannya menurut sistem ini harus dibantu dengan sistem abjad atau sistem tanggal.
Yang perlu dipersiapkan dalam menerapkan sistem ini
- Perlengkapan yang diperlukan dalam menerapkan sistem ini adalah; filling cabinet, guide, folder, dan kartu kendali.
- Penyimpanan surat melalui prosedur
a. Melihat tanda pembebas dalam surat, yaitu tanda yang menyatakan bahwa surat tersebut telah selesai diproses dan boleh disimpan.
b. Membaca surat
c. Memberi kode surat
d. Mencatat surat pada kartu kendali
e. Menggolongkan surat menurut wilayahnya masing-masing
f. Menyimpan surat
g. Menyimpan kartu kendali
- Penemuan kembali; cara menemukan kembali adalah sama seperti sistem-sistem lainnya.
E. Sistem Tanggal (Chronologis)
Sistem tanggal adalah sistem penyimpanan surat yang didasarkan kepada tanggal surat diterima (untuk surat masuk) dan tanggal surat dikirim (untuk surat keluar)
Yang diperlukan untuk sistem ini adalah
- Perlengkapan yang diperlukan; filling cabinet, didepan laci dicantumkan judul tahun, guide sebanyak 12 buah, masing-masing untuk satu bulan, folder, dan kartu kendali.
- Pembagian sistem tanggal
a. Pembagian utama menggambarkan tahun (judul laci)
b. Pembagian pembantu menggambarkan bulan (judul guide)
c. Pembagian kecil menggambarkan tanggal (judul folder)
- Susunan guide dan folder dalam filling cabinet
a. Laci menggambarkan tahun
b. Guide menggambarkan bulan
c. Folder menggambarkan tanggal
- Penyimpanan surat, langkah-langkah dalam penyimpanan surat
a. Menetapkan kode surat sebelum disimpan
b. Mencatat surat pada kartu kendali
c. Menyimpan surat.

Jadi dalam sistem pengarsipan ada 5 macam cara pengaturan atau teknik penyimpanan arsip secara logis dan sistematis. Yaitu dengan memakai
a. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System)
b. Sistem Perihal (Pokok Isi Surat)
c. Sistem Nomor
d. Sistem Geografis / Wilayah
e. Sistem Tanggal (Chronologis)
Masing-masing sistem dapat digunakan sesuai dengan jenis arsip, atau surat pada suatu organisasi atau perusahaan.

manfaat pengarsipan
untuk menyimpan data yang sudah lama supaya mudah di temukan kembali di saat kita membutuhkannya.